Selasa, 23 September 2008

Review Film " Kita Punya Bendera"

Pembahasan Film “Kita Punya Bendera”

Judul : “ Kita Punya Bendera”

Directed by: Steven Purba
Cast: Paulus, Bima Anggara, Hengky Sulaiman, Robby Tumewu
Duration: 86 min

Ringkasan cerita Film “ Kita Punya Bendera” :

Timmy adalah anak keluarga keturunan Tionghoa yang sehari-harinya berdagang bakmi di Jakarta. Di kelas Timmy, banyak temannya memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda. Suatu hari anak-anak di sekolah Timmy harus mengisi formulir, dan ada bagian yang membuat mereka bingung, kolom "keturunan". Timmy tidak tahu harus mengisi apa karena tidak ada pilihan Tionghoa di sana. Ayah dan Ibu Timmy juga tidak bisa menjawab keingintahuan anaknya. Timmy dan teman-temannya lalu berusaha mencari jawaban sendiri, mengenai jati diri "keturunan" Timmy.

Kutipan Lucu dari film “ Kita Punya Bendera” :

Quote:


Bu Guru: Memangnya kamu mengerti arti 'Keturunan'?

Timmy: Tahu, Bu.

Bu Guru: Kok kamu jawabnya 'Jawa'?

Timmy: ......

Bu Guru: Kamu bukannya Tionghoa?

Timmy: eh?

Bu Guru: Iya.. Keturunan Cina.

Timmy: eh?

Bu Guru: Kenapa kamu jawab 'Jawa'?

Timmy: Karena saya lahir di Jakarta, Bu. Kata Jarwo, yang lahir di Jakarta itu berarti orang Jawa. Jakarta kan termasuk Jawa


Quote:


Timmy: Jarwo, kata Bu Guru, aku keturunan Cina, bukan keturunan Jawa

Romi: Memangnya kau bisa bahasa Cina, Tim?

Timmy: Nggak. Memangnya kau bisa bahasa Jawa, Wo?

Jarwo: Saged..


Quote:


Wah.. Anak saya kagak pernah nanya aneh-aneh begitu. Abis satu sekolah, teman-temannya setipe semua. Kagak nyadar kalau ada beda.


Quote:


Timmy: (sambil membuka buku bergambar berisi pakaian daerah) Kalian semua ada di sini. Romi, Batak ada di sini. Jarwo, Jawa ada di sini. Nia, Bali ada di sini. Kok aku, Cina tidak ada di sini, sih? Apa aku orang Indonesia yah?

Jarwo: Iya yah? Cina kan jauh.


Quote:

Timmy: Kemarin sih aku baru nanya sama engkong.

Jarwo: Engkong? Siapa tuh?

Romi: Kakek. Engkong itu artinya kakek.

Jarwo: Lho.. kok sama kayak Ira Ipeh di belakang rumah gue. Manggil kakeknya Engkong.

Nia: Hah! Memangnya Ira Cina?

Jarwo: Bukan! Dia Betawi. Namanya saja Ipeh.

Film ini diangkat dari dunia anak-anak, yang di dalam dunia mereka sendiri melihat dunia dengan sederhana. Mereka tidak seperti kita orang dewasa yang sibuk mempersoalkan perbedaan agama dan keturunan. Dan konfliknya dimulai dari sebuah masalah sederhana bagaimana mengisi kolom "keturunan" di dalam kolom data siswa. Dan kemudian masalah itulah yang kemudian dibahas dalam film. Film ini juga berhasil membawakan suasana yang ada pada anak SD pada umumnya: upacara bendera, mulai naksir-naksiran dengan teman lain jenis, pulang sekolah bareng jalan kaki, yang jarang terlihat di film-film lain yang biasanya membawakan anak-anak pada adegan orang dewasa yang terasa tidak wajar.

Secara keseluruhan yang menjadi kelebihan dari film ini adalah ide cerita yang menarik, yang mengangkat tema keturunan di kalangan Masyrakat Indonesia. Pelajaran yang dapat kita ambil dari film ini adalah : Meskipun kita semua memiliki perbedaan keturunan, ada yang berasal dari Batak, Jawa, Tionghua, Bugis, dll, kita tetaplah sama. Sama halnya dengan Bendera Indonesia yang berwarna merah putih, warna merah terdapat dimana-mana, pada kain songket ada warna merah, pada baju Cina pun ada warna merah. Jadi meskipun kita berasal dari keturunan yang berbeda-beda tetapi kita tetaplah satu kesatuan, yaitu Bangsa Indonesia.

Tidak ada komentar: