Pameran Jakarta 32 cDiadakan tanggal : 16 - 29 Agustus 2008
Tempat : Galeri Nasional Indonesia
Alamat : Jl.Medan Merdeka Timur no.14
Jakarta Pusat.

SAYAP BESAR DARI KESUNYIAN
Karya I Ketut Susena

Pembukaan: Rabu, 20 Agustus 2008 Pkl 19.30 WIB
Oleh Dr.Jean Couteau
Pameran : 21 - 30 Agustus 2008
pukul 10.00 - 19.30 WIB [Galeri A]
Diselenggarakan oleh O house Gallery bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia
Review 3 Lukisan Karya Ketut Susena
Lukisan Ketut Susena yang Berjudul "Awal Harapan" ini bisa dibilang berkesan realis. Pada saat memandang lukisan ini memberikan kesan gunung yang s
edang mengepulkan asap yang tebal. Lukisan ini bisa membawa pikiran kita kemana-mana, Krakatau, ataupun Merapi. Tetapi bagi orang yang sehari-hari melihat gunung merapi atau krakatau tidak akan berpikir bahwa ini adalah lukisan merapi atau krakatau. Karena Ketut Susena tidak menggambarkan suasana gunung tersebut secara objektif. Penggunaan warna-warna gelap dalam lukisan ini berkesan suram, karena disesuaikan dengan ekspresi dari Ketut Susena yang melebur dengan tubuh visualnya.

Lukisan Ketut Susena yang berjudul "Anak Bumi Kuning" ini memberikan kesan bumi yang dipenuhi batu-batuan kuning yang kering kerontang dan maha luas. Lukisan ini juga memberikan kesan pada kita bahwa alam ini tidak jauh berbeda dengan alam kehidupan kita pada dunia nyata. Semakin lama semakin rusak alam kita, semakin kering, dari lukisan ini mungkin Ketut Susena ingin mengkritik manusia, seluruh lapisan manusia tanpa melihat status sosial untuk lebih peduli pada alamnya, batu, tanah, pohon, dan lain-lain.

Lukisan Ketut Susena yang berjudul "Horizon Harapan" ini bisa di-interpretasikan sebagai jawaban dari lukisan "Anak Bumi Kuning". Disaat Alam kita yang terlihat sepi sunyi dan kering, ada sebersit harapan akan bangkitnya kejayaan yang dulu sempat miliki bumi kita. Langit biru dan awan putih mengingatkan kita bahwa manusia harus memiliki hati yang tenang dan tulus untuk dapat mencintai alam ini dan menjaganya. Lain dari lukisan-lukisan sebelumnya, dalam lukisan ini Ketut memberikan nuansa warna yang lebih variatif dan tidak terlalu suram.
Nb : Kami datang ke pameran ini pada tanggal 27 Agustus 2008. Pada tanggal 27 Agustus 2008 tersebut, di pameran Jakarta 32 C sedang berlangsung pameran tunggal oleh Ketut Susena. Sehingga karya lukisan yang kami bahas juga hanya karya lukisan Oleh Ketut Susena.
edang mengepulkan asap yang tebal. Lukisan ini bisa membawa pikiran kita kemana-mana, Krakatau, ataupun Merapi. Tetapi bagi orang yang sehari-hari melihat gunung merapi atau krakatau tidak akan berpikir bahwa ini adalah lukisan merapi atau krakatau. Karena Ketut Susena tidak menggambarkan suasana gunung tersebut secara objektif. Penggunaan warna-warna gelap dalam lukisan ini berkesan suram, karena disesuaikan dengan ekspresi dari Ketut Susena yang melebur dengan tubuh visualnya.
Lukisan Ketut Susena yang berjudul "Anak Bumi Kuning" ini memberikan kesan bumi yang dipenuhi batu-batuan kuning yang kering kerontang dan maha luas. Lukisan ini juga memberikan kesan pada kita bahwa alam ini tidak jauh berbeda dengan alam kehidupan kita pada dunia nyata. Semakin lama semakin rusak alam kita, semakin kering, dari lukisan ini mungkin Ketut Susena ingin mengkritik manusia, seluruh lapisan manusia tanpa melihat status sosial untuk lebih peduli pada alamnya, batu, tanah, pohon, dan lain-lain.

Lukisan Ketut Susena yang berjudul "Horizon Harapan" ini bisa di-interpretasikan sebagai jawaban dari lukisan "Anak Bumi Kuning". Disaat Alam kita yang terlihat sepi sunyi dan kering, ada sebersit harapan akan bangkitnya kejayaan yang dulu sempat miliki bumi kita. Langit biru dan awan putih mengingatkan kita bahwa manusia harus memiliki hati yang tenang dan tulus untuk dapat mencintai alam ini dan menjaganya. Lain dari lukisan-lukisan sebelumnya, dalam lukisan ini Ketut memberikan nuansa warna yang lebih variatif dan tidak terlalu suram.
Nb : Kami datang ke pameran ini pada tanggal 27 Agustus 2008. Pada tanggal 27 Agustus 2008 tersebut, di pameran Jakarta 32 C sedang berlangsung pameran tunggal oleh Ketut Susena. Sehingga karya lukisan yang kami bahas juga hanya karya lukisan Oleh Ketut Susena.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar