Selasa, 23 September 2008

slide show power point


Review Film " Kita Punya Bendera"

Pembahasan Film “Kita Punya Bendera”

Judul : “ Kita Punya Bendera”

Directed by: Steven Purba
Cast: Paulus, Bima Anggara, Hengky Sulaiman, Robby Tumewu
Duration: 86 min

Ringkasan cerita Film “ Kita Punya Bendera” :

Timmy adalah anak keluarga keturunan Tionghoa yang sehari-harinya berdagang bakmi di Jakarta. Di kelas Timmy, banyak temannya memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda. Suatu hari anak-anak di sekolah Timmy harus mengisi formulir, dan ada bagian yang membuat mereka bingung, kolom "keturunan". Timmy tidak tahu harus mengisi apa karena tidak ada pilihan Tionghoa di sana. Ayah dan Ibu Timmy juga tidak bisa menjawab keingintahuan anaknya. Timmy dan teman-temannya lalu berusaha mencari jawaban sendiri, mengenai jati diri "keturunan" Timmy.

Kutipan Lucu dari film “ Kita Punya Bendera” :

Quote:


Bu Guru: Memangnya kamu mengerti arti 'Keturunan'?

Timmy: Tahu, Bu.

Bu Guru: Kok kamu jawabnya 'Jawa'?

Timmy: ......

Bu Guru: Kamu bukannya Tionghoa?

Timmy: eh?

Bu Guru: Iya.. Keturunan Cina.

Timmy: eh?

Bu Guru: Kenapa kamu jawab 'Jawa'?

Timmy: Karena saya lahir di Jakarta, Bu. Kata Jarwo, yang lahir di Jakarta itu berarti orang Jawa. Jakarta kan termasuk Jawa


Quote:


Timmy: Jarwo, kata Bu Guru, aku keturunan Cina, bukan keturunan Jawa

Romi: Memangnya kau bisa bahasa Cina, Tim?

Timmy: Nggak. Memangnya kau bisa bahasa Jawa, Wo?

Jarwo: Saged..


Quote:


Wah.. Anak saya kagak pernah nanya aneh-aneh begitu. Abis satu sekolah, teman-temannya setipe semua. Kagak nyadar kalau ada beda.


Quote:


Timmy: (sambil membuka buku bergambar berisi pakaian daerah) Kalian semua ada di sini. Romi, Batak ada di sini. Jarwo, Jawa ada di sini. Nia, Bali ada di sini. Kok aku, Cina tidak ada di sini, sih? Apa aku orang Indonesia yah?

Jarwo: Iya yah? Cina kan jauh.


Quote:

Timmy: Kemarin sih aku baru nanya sama engkong.

Jarwo: Engkong? Siapa tuh?

Romi: Kakek. Engkong itu artinya kakek.

Jarwo: Lho.. kok sama kayak Ira Ipeh di belakang rumah gue. Manggil kakeknya Engkong.

Nia: Hah! Memangnya Ira Cina?

Jarwo: Bukan! Dia Betawi. Namanya saja Ipeh.

Film ini diangkat dari dunia anak-anak, yang di dalam dunia mereka sendiri melihat dunia dengan sederhana. Mereka tidak seperti kita orang dewasa yang sibuk mempersoalkan perbedaan agama dan keturunan. Dan konfliknya dimulai dari sebuah masalah sederhana bagaimana mengisi kolom "keturunan" di dalam kolom data siswa. Dan kemudian masalah itulah yang kemudian dibahas dalam film. Film ini juga berhasil membawakan suasana yang ada pada anak SD pada umumnya: upacara bendera, mulai naksir-naksiran dengan teman lain jenis, pulang sekolah bareng jalan kaki, yang jarang terlihat di film-film lain yang biasanya membawakan anak-anak pada adegan orang dewasa yang terasa tidak wajar.

Secara keseluruhan yang menjadi kelebihan dari film ini adalah ide cerita yang menarik, yang mengangkat tema keturunan di kalangan Masyrakat Indonesia. Pelajaran yang dapat kita ambil dari film ini adalah : Meskipun kita semua memiliki perbedaan keturunan, ada yang berasal dari Batak, Jawa, Tionghua, Bugis, dll, kita tetaplah sama. Sama halnya dengan Bendera Indonesia yang berwarna merah putih, warna merah terdapat dimana-mana, pada kain songket ada warna merah, pada baju Cina pun ada warna merah. Jadi meskipun kita berasal dari keturunan yang berbeda-beda tetapi kita tetaplah satu kesatuan, yaitu Bangsa Indonesia.

Senin, 22 September 2008

GRAND FEMALE Photo Festival 2008


Pada tanggal 25-31 Agustus 2008 FEMALE magazine Indonesia dan Perhimpunan Fotografi Tarumanagara Indonesia mengadakan Pameran dan lomba fotografi yang bertajuk " GRAND FEMALE Photo Festival" di Grand Indonesia.

Pameran yang berlangsung selama seminggu ini menampilkan Pameran foto yang diberi judul "Photomorphosa" dan berisi antara lain karya-karya fotografi dari mahasiswa Universitas Tarumanagara yang tergabung dalam Perhimpunan Fotografi Tarumanagara (PFT) dan juga karya fotografi dari pihak FEMALE magazine. Disini kita juga dapat melihat lebih jelas bagaimana teknik-teknik fotografi yang baik karena diadakan workshop fotografi.

Stan Female Magazine


Selain pameran foto pada tanggal 30 Agustus juga diadakan lomba foto model dan Fashion Show oleh 40 SISTER magazine ambassador dari puluhan sekolah SMU dan Universitas dari SISTER magazine. Kita dapat melihat para ambassador dari SISTER berlenggak-lenggok diatas panggung dengan model pakaian yang tak kalah menariknya.
Stan SISTER magazine

Selain itu pada tanggal 31 Agustus juga diadakan lomba foto model dari FEMALE magazine dan juga Fashion Show dari "JHON ROBERT POWERS" serta tak ketinggalan juga ada workshop tentang modelling.

Beberapa karya fotografi dari Perhimpunan Fotografi Tarumanagara dan FEMALE magazine :




Pameran foto dan lomba foto model ini juga turut bekerja sama dengan FEMALE magazine, SISTER magazine, Grand Indonesia, Perhimpunan Fotografi Tarumanagara, ISTARA fm, Global radio Jakarta, MUSTANG fm, ARDAN fm, dan KIS fm Jakarta.

Rabu, 17 September 2008

Profil I Ketut Susena





I Ketut Susena lahir di Yeh Embang,Jembrana, Bali, 14 Pebruari 1969, Lulus dari STSI Denpasar, Bali.

Penghargaan : (1995) Best Painting,KAMASRA STSI Denpasar.
(1997) Finalis pada Penghargaan SeniPhillip Morris Indonesia.
(1997) Best Sketch STSI Denpasar.


Pameran : (2002) Pameran bersama di Museum Ratna Warta, Ubud, Bali. Peringatan 40 tahun Gallery Hadiprana, Jakarta. - (2001) Pameran Garis & Warna di Taman Budaya, Denpasar, Bali. - (2000) Pameran Duet " Landscape and Abstraction" bersama I Made Supena di Museum fur Volkerkunde, Frankfurt, Germany. - (1999) Karya Seni Modern dari Museum Ngurah Gede Pemecutan pada Pameran di Museum fur Volkerkunde, Frankfurt, Germany. - (1997) Pameran Penghargaan Seni pada Phillip Morris Indonesia, Pameran tunggal Jakarta 32 C pd tanggal 21- 30 Agustus 2008.

Pameran Bersama :
2004
Art Forum @ ARTSingapore, 2002, Suntec City, Singapore
"Bali Temptation", Galeri Langgeng, Magelang
2002
Art Forum @ ARTSingapore, 2002, Suntec City, Singapore
NEW BALINESE ABSTRACTION: Paintings by Made Mahendra Mangku, Made Supena, Ketut Susena, Made Suta Kesuma at iPreciation, Singapore
2001
New Balinese Abstraction: Made Mahendra Mangku & Ketut Susena, Galeri 678, Jakarta
Garis dan Warna Denpasar, Taman Budaya, Denpasar
Sketsa dan Drawing, Paros Gallery, Sukawati
group show at Gedung Titik Dua, Denpasar
2000
Landscape and Abstraction: I Ketut Susena & I Made Supena di Museum fur Volkerkunde, Frankfurt, Germany
Wajah Dari Gunung di Museum Sidik Jari, Denpasar
Refleksi Seni II di Darga Gallery, Sanur
1999
Mandala of Life di Purna Budaya, Yogyakarta
Bali: Modern Art from the Museum Ngurah Gede Pemecutan, Museum fur Volkerkunde, Frankfurt, Germany
1998
Studio Sanggar Lempuyang, Amlapura
Enthusiasm and Balance, Galeri Mitra Hadiprana, Jakarta
Mandala of Life, Taman Budaya, Denpasar
Pameran Siklus, Taman Budaya, Denpasar
Pelukis Muda Bali, Hotel Imperial, Seminyak
Refleksi Seni ‘98, Darga Gallery, Sanur
Angkatan ‘94, Gedung Kesenian, Mataram, Lombok
1997
Pameran dalam rangka 4 Tahun KAMASRA, Gedung Mario, Tabanan
Mandala of Life, Sika Gallery, Ubud
YSRI Philip Morris Indonesian Art Awards Exhibition in Jakarta dan Bali
1996
Pameran Tiga Kota, Museum Nasional, Jakarta
Bali Klasik Modern, ITB-Galeri Soemardja, Bandung
Mandala of Life I, Sika Gallery, Ubud
1993-1995
group exhibitions in Bali
1982
national sand carving competition, Jakarta

Sumber :http://www.garisart.com/exhibition/ex060702/artist_paintings/seniman_isuse.htm,
http://www.michellechin.net/artists/susena_texts.html

Mengenai Pameran Jakarta 32 C

Jakarta 32°C III 2008

Jakarta 32°C III 2008
Pameran Mahasiswa Jakarta 2008

Pameran . Penghargaan Khusus . Workshop . Film Screening . Presentasi & Diskusi
16 – 29 Agustus 2008.

Opening : Sabtu, 16 Agustus 2008 @ 19.30 WIB
Galeri Nasional, Jln. Medan Merdeka Timur 14, Jakarta Pusat

Latar Belakang
Perguruan Tinggi adalah sebuah tempat di mana mahasiswa menimba ilmu dan lebih jauh lagi menggunakannya sebagai laboratorium untuk meriset, mengolah gagasan, bereksperimen dan memproduksi ‘penemuan penemuan’ serta karya-karya yang selanjutnya akan dimungkinkan berfungsi secara lebih luas di masyarakat baik secara teoritis maupun praktis.

Dalam proses pembelajaran di Perguruan Tinggi, mahasiswa banyak menghasilkan karya-karya kreatif yang tidak pernah dipublikasikan atau termediasi dengan baik, untuk dipresentasikan kemasyarakat yang lebih luas. Selama ini karya-karya tersebut hanya menjadi formalitas mahasiswa dalam memenuhi tugas-tugas kuliah yang diberikan. Kalau pun memang dipublikasikan, itu pun hanya sebatas lingkungan kampus sendiri. Ini mengakibatkan karya karya kreatif tersebut tidak menemukan daya kritisnya dalam masyarakat luas.

Dalam seni kontemporer kontekstualitas dan relasi karya kreatif dengan keadaan sosial, budaya, politik dll yang terjadi dalam masyarakat saat ini menjadi sangat penting, hal ini membuat pembahasan dan keterkaitan seni dengan disiplin ilmu lain pun harus terjadi secara intensif. Sebuah wadah yang dapat memediasi kerjasama bidang seni dengan disiplin ilmu lain menjadi sangat relevan dan penting.

Program:

Pendaftaran dan Penerimaan Karya
Pendataan karya-karya visual dilakukan oleh ruangrupa dan tim kerja Jakarta 32º C III 2008 dari pendaftaran karya mahasiswa-mahasiswa tiap perguruan tinggi. Karya yang didata adalah hasil penerimaan dari pendaftaran karya rupa mahasiswa di perguruan tinggi di Jakarta yang antara lain: Desain (grafis, interior, mode, dan produk), Seni Murni (lukis, patung dan grafis murni), Kriya (logam, tekstil, kayu, keramik), Instalasi, Performance Art, Film dan Video, Fotografi, Arsitektur, dan lain lain.

Pameran
Pameran akan diisi oleh karya-karya dari mahasiswa perguruan tinggi di Jakarta yang mendaftarkan karyanya dan sudah melewati proses seleksi. Dalam pameran ini, tidak ada pengkotakan dari perguruan tinggi mana si mahasiswa berasal. Semua peserta berdiri sebagai individu yang berkarya dan dapat mempertanggung jawabkan karyanya masing-masing. Pada sesi pameran kali ini akan ada penghargaan khusus untuk 5 karya terbaik yang diseleksi oleh tim juri Jakarta 32º C III 2008. Pameran akan diadakan tanggal 16-29 Agustus 2008, bertempat di Galeri Nasional Jakarta.

Penghargaan Khusus
Pada sesi pameran akan diadakan penghargaan khusus untuk 5 karya terbaik berdasarkan pilihan Tim Juri Jakarta 32ºC III 2008. Proses penyeleksian dilakukan secara bertahap. Pertama, dari keseluruhan karya yang masuk nantinya akan ada seleksi untuk karya yang akan dipamerkan. Lalu dari karya yang layak pamer akan dipilih 40 karya terbaik (finalis), yang akan diundang untuk melakukan presentasi di ruangrupa. Dari hasil presentasi ini kemudian akan dilakukan penyeleksian oleh Tim Juri Jakarta 32ºC III 2008 untuk 5 karya terbaik yang akan diikut sertakan dalam pameran keliling 3 kota (Bandung, Surabaya dan Jogjakarta).

Workshop
Tema yang diangkat dalam workshop ini adalah workshop video dengan tema tentang kota Jakarta dan fenomena visual di dalam ruang-ruang kota. Proses workshop akan melalui diskusi-diskusi bersama diantara mahasiswa-mahasiswa, ruangrupa dan juga akan melibatkan beberapa orang dari disiplin ilmu lain sebagai pemateri.

Riset menjadi bagian yang penting dalam workshop ini karena menjadi acuan dasar untuk bahan diskusi dan pembuatan karya. Workshop akan berlangsung selama satu bulan dari tanggal 7 Juli - 1 Agustus 2008.

Pemutaran Film
Menjadi salah satu program khusus dalam pameran, yaitu berupa sesi pemutaran khusus dari film-film karya mahasiswa yang telah terseleksi. Acara pemutaran film, dilanjutkan dengan diskusi bersama pembuat film.

Performance Art
Akan menampilkan karya-karya performance terbaru dari mahasiswa. Karya-karya performance ini juga melalui proses pendaftaran dan seleksi.

Penyelenggara:

Ruangrupa
Sebuah artists’ initiative yang didirikan tahun 2000 oleh sekelompok seniman dari Jakarta. Organisasi nirlaba yang bergiat mengupayakan pertumbuhan kemajuan menggagaskan soal-soal seni rupa dalam lingkup luas kebudayaan melalui pengkajian ilmu-ilmu seni, telaah, dan pendokumentasian serta kerja-bersama di antara seniman dan cipta kreatifnya melalui pameran, program residensi seniman, art project dan workshop.

Tujuan:

  • Tercipta wadah dimana mahasiswa di Jakarta bisa berinteraksi, bertukarpikiran dan berkolaborasi satu sama lain dari perguruan tinggi yang berbeda dan dari disiplin ilmu yang berbeda.
  • Menghasilkan gagasan-gagasan baru interdisiplin yang inovatif dan kreatif.
  • Melakukan riset dengan pendataan/pengkoleksian dan pengkurasian karya-karya visual (design, fine arts, film, video, fotografi, arsitektur, kriya dan lain-lain) dari karya-karya terbaru yang dihasilkan oleh mahasiwa-mahasiswa di Jakarta.
  • Menampilkan karya-karya terbaru mahsiswa-mahasiswa di Jakarta untuk dipamerkan ke publik yang lebih luas.
  • Terciptanya sebuah “pertemuan” gagasan-gagasan yang kritis dan inspiratif, baik diantara mahasiswa sendiri maupun dengan masyarakat yang lebih luas.
  • Membangun jaringan kerja antar mahasiswa di Jakarta

Beberapa Catatan tentang Jakarta 32o C sebelumnya:

Jakarta 32o C I 2004
Project ini mendokumentasikan 131 karya dari 79 mahasiswa yang terdiri dari karya fotografi, video dan film, desain grafis, seni lukis, seni grafis, drawing, seni patung, mixed media dan instalasi, dan fashion. Sesi pameran mempresentasikan 43 karya dari 36 mahasiswa yang sudah terseleksi.

Jakarta 32o C II 2006
Project ini mendokumentasikan 204 karya dari 100 mahasiswa yang terdiri dari karya fotografi, video dan film, desain grafis, seni lukis, seni grafis, drawing, seni patung, mixed media, instalasi, dan fashion. Sesi pameran mempresentasikan 33 karya rupa dari 35 orang mahasiswa. Jumlah pengunjung selama pameran adalah 1298 orang, 428 perempuan, dan 870 lelaki.

Jaringan dan Kerjasama
Jakarta 32o C berhasil menciptakan kerjasama dan membangun jaringan seni rupa antar mahasiswa dengan berbagai Institusi/Universitas dan komunitas di Jakarta, seperti Forum Lenteng, SERRUM, Sakit Kuning Collectivo. Pada edisi III kali ini, Jakarta 32o C mencoba melakukan kerjasama dan meperluas jaringan dengan Institusi/Universitas dan komunitas yang berada di kota lain melalui program pameran keliling 3 kota, yaitu Bandung, Surabaya, dan Jogjakarta.

Sumber : http://kawahdistributor.com/content/view/60/1/

Sabtu, 13 September 2008

Pameran Jakarta 32 C

Pameran Jakarta 32 c
Diadakan tanggal : 16 - 29 Agustus 2008
Tempat : Galeri Nasional Indonesia
Alamat : Jl.Medan Merdeka Timur no.14
Jakarta Pusat.

SAYAP BESAR DARI KESUNYIAN
Karya I Ketut Susena

Pembukaan: Rabu, 20 Agustus 2008 Pkl 19.30 WIB
Oleh Dr.Jean Couteau

Pameran : 21 - 30 Agustus 2008
pukul 10.00 - 19.30 WIB [Galeri A]

Diselenggarakan oleh O house Gallery bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia

Review 3 Lukisan Karya Ketut Susena
Lukisan Ketut Susena yang Berjudul "Awal Harapan" ini bisa dibilang berkesan realis. Pada saat memandang lukisan ini memberikan kesan gunung yang sedang mengepulkan asap yang tebal. Lukisan ini bisa membawa pikiran kita kemana-mana, Krakatau, ataupun Merapi. Tetapi bagi orang yang sehari-hari melihat gunung merapi atau krakatau tidak akan berpikir bahwa ini adalah lukisan merapi atau krakatau. Karena Ketut Susena tidak menggambarkan suasana gunung tersebut secara objektif. Penggunaan warna-warna gelap dalam lukisan ini berkesan suram, karena disesuaikan dengan ekspresi dari Ketut Susena yang melebur dengan tubuh visualnya.




Lukisan Ketut Susena yang berjudul "Anak Bumi Kuning" ini memberikan kesan bumi yang dipenuhi batu-batuan kuning yang kering kerontang dan maha luas. Lukisan ini juga memberikan kesan pada kita bahwa alam ini tidak jauh berbeda dengan alam kehidupan kita pada dunia nyata. Semakin lama semakin rusak alam kita, semakin kering, dari lukisan ini mungkin Ketut Susena ingin mengkritik manusia, seluruh lapisan manusia tanpa melihat status sosial untuk lebih peduli pada alamnya, batu, tanah, pohon, dan lain-lain.




Lukisan Ketut Susena yang berjudul "Horizon Harapan" ini bisa di-interpretasikan sebagai jawaban dari lukisan "Anak Bumi Kuning". Disaat Alam kita yang terlihat sepi sunyi dan kering, ada sebersit harapan akan bangkitnya kejayaan yang dulu sempat miliki bumi kita. Langit biru dan awan putih mengingatkan kita bahwa manusia harus memiliki hati yang tenang dan tulus untuk dapat mencintai alam ini dan menjaganya. Lain dari lukisan-lukisan sebelumnya, dalam lukisan ini Ketut memberikan nuansa warna yang lebih variatif dan tidak terlalu suram.

Nb : Kami datang ke pameran ini pada tanggal 27 Agustus 2008. Pada tanggal 27 Agustus 2008 tersebut, di pameran Jakarta 32 C sedang berlangsung pameran tunggal oleh Ketut Susena. Sehingga karya lukisan yang kami bahas juga hanya karya lukisan Oleh Ketut Susena.

Senin, 08 September 2008

7 Aliran desain

















ART AND CRAFT MOVEMENT
Gerakan seni dan kriya atau lebih dikenal dalam bahasa Inggris sebagai art and craft movement adalah suatu gerakan pada akhir masa revolusi industri yang mementingkan komitmen kerja dan keindahan. Penganutnya menolak estetika yang dihasilkan oleh produksi secara massal, yang dianggap sebagai penyebab utama hilangnya keindahan individual.Pada gerakan ini, mesin dianggap menghantui seni dari pertukangan(industri) karena barang yang dikerjakan mesin sudah menjadi standarisasi sendiri. Gerakan ini ingin menjadikan seni sebagai bagian dari komunitas dan seniman seharusnya juga seorang perajin kriya.
Art and craft movement memberikan kesan kembali ke periode
gothic, roccoco, dan renaisans. Salah satu ciri utamanya adalah karya seni dibuat secara individu oleh seniman dengan sentuhan artistik yang khas. Setiap karya digarap dengan serius dan teliti.


Tokohnya antara lain :
· William Morris
· Owen Jones
· Gustav Sticley
· Aubrey Breadsley
· Arthur Mc. Murdo
· Adolf Loos
· Michael Tonet
· William Butterfield
· Augustus Welby Northmore Pugin
· dll


Secara garis besar, art and craft movement terbagi atas dua aliran besar, yaitu:
1. Rasionaliasi desain oleh kalangan modernis-formalis
2. Stilasi desain oleh kalangan stylish, yang kemudian melahirkan
Art Nouveau

Perkembangan seni yang berjiwa industri telah mendapat reaksi negatif di Inggris. Para cendikiawan seperti John Ruskin (1819-1900) dan William Morris (1834-1896) yang menulis pada akhir abad ke-19 dan mengecam produk-produk seni industri yang dianggapnya tidak memiliki nilai kemanusiaan. Bagi Ruskin ( John Ruskin merupakan seorang pengkritik dan juga pengasas utama Pergerakan Arts and Crafts. Di dalam penulisan beliau, Ruskin percaya bahawa pereka bentuk dan pengukir di akhir zaman pertengahan lebih seronok menyiapkan hasil ekspresi yang bebas )dan Morris(William Morris merupakan pengasas Pergerakan Arts and Crafts bersama John Ruskin. Proses revolusi awal terhadap reka bentuk seni ini telah dilaksanakan oleh Philip Webb yang mana beliau telah mereka-bentuk ‘The Red House’ untuk William Morris yang mencerminkan falsafah Pergerakan Arts and Crafts.


Selain melakukan revolusi tersebut, ahli-ahli di bawah naungan Pergerakan Arts and Crafts juga turut melakukan revolusi terhadap reka bentuk produk perindustrian. Sebagai contoh, firma Morris, Marshall, Faulkner & Co dirikan pada tahun 1861 adalah khusus untuk menghasilkan seni halus, lukisan cat, ukiran, reka bentuk perabot dan kerja besi.

Sumber(Link): http://fabolousse7entd1.wordpress.com/category/art-and-craft-movement/

ART DECO
Art Deco adalah sebuah gerakan desain yang populer dari 1920 hingga 1939, yang mempengaruhi seni dekoratif seperti arsitektur, desain interior, dan desain industri, maupun seni visual seperti misalnya fesyen, lukisan, seni grafis, dan film. Gerakan ini, dalam pengertian tertentu, adalah gabungan dari berbagai gaya dan gerakan pada awal abad ke-20, termasuk Konstruksionisme, Kubisme, Modernisme, Bauhaus, Art Nouveau, dan Futurisme. Popularitasnya memuncak pada 1920-an. Meskipun banyak gerakan desain mempunyai akar atau maksud politik atau filsafati, Art Deco murni bersifat dekoratif. Pada masa itu, gaya ini dianggap anggun, fungsional, dan ultra modern.


Art Deco dikarakterkan dengan penggunaan bahan-bahan seperti aluminum, stainless steel,lacquer , inlaid wood, kulit hiu (shagreen), dan kulit zebra. Penggunaan berani dari bentuk bertingkat, sapuan kurva (unlike the sinuous, natural curves of the Art Nouveau), pola-pola chevron , dan motif pancaran matahari adalah tipikal dari Art Deco. Beberapa dari motif ini sering muncul pada saat ini— contohnya, motif pancaran matahari dalam berbagai konteks seperti sepatu wanita, radiator grilles, auditorium dari Radio City Music Hall, dan puncak dari Gedung Chrysler.

Art Deco adalah gaya hias yang lahir setelah Perang Dunia I dan berakhir sebelum Perang Dunia II yang banyak diterapkan dalam berbagai bidang, misalnya eksterior, interior, mebel, patung, poster, pakaian, perhiasan dan lain-lain. Dalam perjalanannya Art Deco dipengaruhi oleh berbagai macam aliran modern, antara lain Kubisme, Futurisme dan Konstruktivisme serta juga mengambil ide-ide desain kuno misalnya dari Mesir, Siria dan Persia. Seniman Art Deco banyak bereksperimen dengan memakai teknik baru dan material baru, misalnya metal, kaca, bakelit serta plastik dan menggabungkannya dengan penemuan-penemuan baru saat itu, lampu misalnya, karya-karya mereka memakai warna-warna yang kuat serta bentuk-bentuk abstrak dan geometris misalnya bentuk tangga, segitiga dan lingkaran terbuka, tetapi mereka kadang masih menggunakan motif-motif tumbuhan dan figur, tetapi motif-motif tersebut cenderung mempunyai bentuk yang geometris. Komposisi elemen-elemennya mayoritas dalam format yang sederhana.


Ungkapan Art Deco diperkenalkan pertama kali pada tahun 1966 dalam katalog yang diterbitkan oleh Musée des Arts Décoratifs di Paris yang pada saat itu sedang mengadakan pameran dengan tema „Les Années 25“ yang bertujuan untuk meninjau kembali pameran internasional „Exposition Internationale des Arts Décoratifs et Industriels Modernes“ yang diselenggarakan pada tahun 1925 di Paris. Sejak saat itu nama Art Deco menjadi dikenal dan semakin populer dengan munculnya beberapa artikel dalam media cetak. Pada tanggal 2 November 1966 artikel yang berjudul „Art Deco“ dimuat di The Times, setahun kemudian artikel „Les Arts Déco“ dari Van Dongen, Chanel dan André Groult furniture dimuat dalam majalah Elle. Ungkapan Art Deco semakin mendapat tempat dalam dunia seni dengan dipublikasikannya buku „Art Deco“ karangan Bevis Hillier di Amerika pada tahun 1969. Jadi sebelum tahun 1966, masyarakat belum mengenal nama Art Deco dan menamai seni yang populer di antara kedua perang dunia itu sebagai seni "modern".


Latar Belakang Munculnya Art Deco
Revolusi Industri
Pada akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20, adalah kurun waktu di saat masyarakat dunia diliputi oleh berbagai macam konflik. Konflik-konflik ini muncul sebagai akibat dari Revolusi Industri yang menciptakan pergeseran sosial, berbagai macam pengetahuan dan teknologi baru membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Keadaan sosial masyarakat berubah, dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industrial. Kekuatan mesin menggantikan tenaga manusia yang sangat terbatas.


Perang Dunia I
Perang Dunia I yang berlangsung di Eropa pada tahun 1914-1918 menyebabkan kerugian jiwa dan materi yang besar. Setelah perang berakhir, masyarakat sibuk menata kembali lingkungannya, membangun kembali tempat tinggalnya dan mereka memerlukan berbagai macam peralatan rumah tangga, perhiasan, pakaian, keramik dan lain-lain, hal ini memberikan kesempatan kepada para seniman untuk bereksperimen dan memberikan semangat kepada mereka untuk menghasilkan inovasi-inovasi baru.


Para Seniman Art Deco
Beberapa desainer sangat identik dengan Art Deco, misalnya Jaques-Emile Ruhlmann yang dikenal sebagai master Art Deco melalui karya mebelnya yang hampir selalu memakai material mahal. Desainer mebel lain misalnya Paul Follot, Pierre Chareau, Clement Rousseau, tim desain Süe et Mare (Louis Süe and André Mare) serta Eileen Gray. Rene Lalique dikenal dengan hiasan dari kaca dan desain perhiasannya, Susie Cooper dan Clarice Cliff terkenal dengan keramiknya, Jean Puiforcat dengan perak dan pekerjaan metalnya, Paul Poiret terkenal dengan motif tekstilnya, dan A.M Cassandre dikenal dengan poster-posternya.

Sumber(Link): http://fabolousse7entd1.wordpress.com/category/art-deco/

ART NOUVEAU
Art Nouveau atau seni baru adalah sebuah aliran seni yang memiliki gaya dekoratif tumbuhan (flora) yang meliuk-liuk. Aliran ini muncul di Eropa dan Amerika mulai tahun 1819 hingga menjelang perang dunia pertama (1914). Namun pendapat lain mengatakan Art Nouveau berakhir tahun 1920 oleh klasisisme pasca perang. Pada dasarnya aliran ini muncul sebagai sebuah reaksi terhadap industrialisasi dan mesin yang dianggap menghilangkan sifat manusiawi dalam seni dan pembuatan barang-barang kebutuhan manusia. Oleh karena itu ukiran dan ulir flora yang dibuat juga cenderung tampil ‘berlebihan’ untuk menekankan keterampilan yang sifatnya sangat emosional. Gaya ini diaplikasikan dalam seni, arsitektur, furniture serta perabot logam dan ilustrasi buku serta berbagai barang cetakan.

Art Nouveau muncul pertama kali di Prancis dan sering disbut sebagai seni baru, merupakan sebuah aliran seni yang memiliki gaya dekoratif tumbuhan(flora) yang memiliki karakteristik ‘meliuk-liuk’. Pada dasarnya, aliran ini muncul sebagai sebuah bentuk reaksi terhadap industrialisasi dan gaya mesin yang dianggap dapat menghilangkan sifat manusiawi dalam kehidupan manusia. Aliran ini menganggap mesin dan teknologi telah mengambil alih dan mendominasi kehidupan manusia, maka dari itu ukiran dan ulir flora pun dibuat cenderung ‘berlebihan’ untuk menekankan keterampilan yang sifatnya sangat emosional. Art nouveau juga merupakan suatu pergerakan seni dalam seni barat dan juga desain yang mencapai puncaknya pada tahun 1890an dan berkembang sampai keseluruh wilayah Eropa.


Tokoh-tokoh Art Nouveau:
- Charles Rennie Mackintosh (Inggris)
- Henry Van De Velde (Ausria)
- Antoni Gaudi (seorang Arsitek Spanyol_
- Felix Bracquemond (1833-1914; Perancis)
- Eugene Grasset (1845-1917; Swiss atau Perancis)
Sumber(Link): http://fabolousse7entd1.wordpress.com/category/art-noveau/

BAUHAUS
Bauhaus adalah sebuah ikon dari perkembangan Seni dan Arsitektur yang lahir akibat revolusi industri di daratan Eropa pada awal abad 20. Seni dan Arsitektur Bauhaus merupakan aliran dengan ideolog Perdamaian antara Seni dan Industri. Kelahiran Bauhaus didahului dengan terbentuknya Deutscher Werkbund pada 9 Oktober 1907 di Munchen, Jerman, yang digagas oleh 2 (dua) arsitek, Theodor Fischer dan Hermann Mutheseus.


Mereka ingin mencari solusi untuk meningkatkan kualitas produk-produk desain Jerman. Selain itu, diskusi ini juga mengarah pada usaha melepaskan diri dari idiom-idiom desain konservatif yang telah berkembang di daratan Eropa, termasuk Jerman selama berabad-abad, sehingga Deutscher Werkbund dikenal sebagai pionir Modernism dalam ranah arsitektur. Henry-Russel Hitchcock dan Philip Johnson lantas mempopulerkan Deutscher Werkbund sebagai The International Style pada pameran Arsitektur Modern di The Museum of Modern Art, New York, 1932.


Bauhaus merupakan hasil penggabungan dari 2 (dua) sekolah seni; Kunstgewerbeschule (Grand-Ducal Saxon School of Arts and Crafts) dan Hochschule fuer Bildendekunst (Grand-Ducal Saxon Academy of Fine Arts). Sistem pendidikan Bauhaus pada awalnya menyerupai sistem yang terdapat pada kuil-kuil Budha Shaolin dengan tema sentralnya di bidang desain. Para mahasiswa diberi pendidikan desain dengan metoda kerja-praktek yang diseling ritual latihan pernafasan, latihan fisik, meditasi, dan vegetarian serta memanfaatkan bengkel praktek dan kantin sebagai pusat interaksi sosial antarwarga Bauhaus, terutama antara master dan murid.


Seni Bauhaus
Pada awal berdirinya, Bauhaus memfokuskan diri pada masalah seni dan kerajinan, sehingga para pengajar di Bauhaus didominasi seniman dan perajin, terutama pelukis modern dibanding arsitek, walaupun pendirinya arsitek muda kawakan. Tokoh-tokoh seni di Bauhaus diantaranya Paul Klee, Oskar Schlemmer, Wassily Kandinsky, El Lissitzky, Lazlo Moholy-Nagly, Marcks, Feinninger, Munche Schlemmer, dan Johannes Itten. Mereka dikenal sebagai Master of Form dan kebanyakan berasal dari Rusia.


Arsitektur Bauhaus
Pada awal berdirinya Bauhaus di kota Wiemar, bidang arsitektur belum mendapat perhatian khusus. Para arsitek yang terlibat dalam ‘kuil desain’ Bauhaus hanya membicarakan arsitektur pada skala cabang-cabang desain berupa desain material bangunan. Setelah kepindahan Bauhaus dari kota Wiemar ke kota Dessau 1926, baru bidang arsitektur mendapat perhatian khusus.

Pada dasarnya arsitektur Bauhaus bercirikan denah yang signifikan dengan aktifitas dan fungsi antar ruang yang saling berkaitan–yang kebanyakan berupa bangunan pabrik–terbebas dari aturan gaya arsitektur dan ornamentasi. Selain itu juga berupa bangunan tinggi dengan mengekspos tangga atau elevator serta berdinding kaca. Dalam ranah arsitektur, pengaruh Bauhaus masih terasa sampai sekarang, karena Bauhaus telah berhasil membebaskan arsitektur dari tradisi lama berwujud greeko-roman yang historism, serta membuka jalan bagi perkembangan arsitektur modern.


Arsitek-arsitek yang karyanya dianggap berideologi Bauhaus antara lain; arsitek Peter Behrens dengan karya AEG Turbin factory Assembly Hall (di Berlin 1908-1909), arsitek Hans Poelzig dengan karya Sulphuric Acid Factory (di Luban, 1911-1912), arsitek Walter Gropius, Adolf Meyer dan Edward Werner dengan karya Fagus Shoe last Factory (di Leine, 1910-1914), arsitek Erich Mendelsohn dengan karya Einstein Tower (di Postdam, 1920-1921) dan Schocken Department Store (di Stuttgart, 1926-1928), arsitek Fritz Hoger dengan karya Chile House (di Hamburg, 1922-1924), arsitek Adolf Loos dengan karya Goldman & Salalsch Building (di Vienna, 1909-1911), dan arsitek Bruno Taut dan Martin Wagner dengan karya Britz Estate (di Berlin, 1925-1927).
Sumber(Link): http://fabolousse7entd1.wordpress.com/category/bauhaus/

CONSTRUCTIVISM
Adalah suatu pergerakan seni modern yang dimulai di Moscow pada tahun 1920 (dimulai setelah akhir dari revolusi oktober). Constructivism adalah sebuah konstruksi yang mengatur pada sistem sosial, yang ditandai oleh penggunaan metode industri untuk menciptakan object geometris. Constructivism adalah sebuah kekuatan yang aktif sampai sekitar tahun 1934, dan mengalami masa kejayaan dalam pemerintahan republik Weimar, sebelum akhirnya digantikan oleh Realisme Sosial. Constructivism Rusia berpengaruh pada pandangan modern melalui penggunaan huruf sans-serif berwarna merah dan hitam diatur dalam blok asimetris dan juga merupakan gabungan dari kata dan gambar sebagai pengalaman visual yang terjadi secara serentak. Fotogram, foto-montase-superimposisi (saling bertumpuk), focus yang berlainan, tipografi konkrit. Poster inovatif sebagai alat untuk komunikasi revolusioner.Contoh dari tokohnya adalah Lissitzky, Malevich.
Tokoh-tokoh dalam Constructivism
Ella Bergmann-Michel - (1896-1971)
Norman Carlberg, sculptor (1928 - )
Carlos Catasse - (1944-Present)
Theo Constanté - (1934-Present)
Avgust Černigoj - (1898-1985)
Burgoyne A. Diller - (1906 - 1965)
Sergei Eisenstein- filmmaker (1898-1948)
John Ernest - (1922-1994)
Naum Gabo - (1890-1977)
Moisei Ginzburg, architect (1892-1946)
Don Gummer - sculptor (1946-)
Erwin Hauer - (1926- )
Gustav Klutsis - (1895-1938)
El Lissitzky - (1890-1941)
Ivan Leonidov - architect (1902-1959)
Peter Lowe - (1938-)
Louis Lozowick - (1892-1973)
Berthold Lubetkin - architect (1901-1990)
Estuardo Maldonado - (1930-Present)
Kenneth Martin - (1905-1984)
Vsevolod Meyerhold - theatre director (1874-1940)
Vladimir Shukhov - engineer (1853-1939)
Vladimir Mayakovsky - poet, painter, designer and playwright (1893-1930)
Konstantin Melnikov - architect (1890-1974)
Vadim Meller - (1884-1962)
John McHale - (1922-1978)
László Moholy-Nagy - (1895-1946)
Tomoyoshi Murayama - (1901-1977)
Victor Pasmore - (1908-1998)
Antoine Pevsner - (1886-1962)
Lyubov Popova - (1889-1924)
Manuel Rendón Seminario - (1894-1982)
Aleksandr Rodchenko - (1891-1956)
Oskar Schlemmer - (1888-1943)
Georgii and Vladimir Stenberg - poster designers and sculptors (1900-1933, 1899-1982)
Varvara Stepanova - (1894-1958)
Enrique Tábara - (1930-Present)
Vladimir Tatlin - (1885-1953)
Joaquin Torres Garcia - (1874-1949)
Vasiliy Yermilov - (1894-1967)
Dziga Vertov - filmmaker (1896-1954)
Alexander Vesnin - architect, painter and designer (1883-1957)
Aníbal Villacís - (1927-Present)
Oswaldo Viteri - (1931-Present)
Alojz Klimo - (1922-2000)
Sumber(Link): http://fabolousse7entd1.wordpress.com/category/bauhaus/

DE STIJL

Gaya yang berasal dari Belanda, De Stijl adalah suatu seni dan pergerakan disain yang dikembangkan sebuah majalah dari nama yang sama ditemukan oleh Theo Van Doesburg. Hal yang utama dari De Stijl adalah arsitek dan desainer Gerrit Rietveld. De Stijl menggunakan bentuk segi-empat kuat, menggunakan warna-warna dasar dan menggunakan komposisi asimetris.



Seniman yang terlibat dalam gerakan de Stijl :
Piet Mondrian (1872 – 1944) Theo van Doesburg (1883 – 1931) Ilya Bolotowsky (1907 – 1981) Marlow Moss (1890 – 1958) Amédée Ozenfant (1886 – 1966) Max Bill (1908 – 1994) Jean Gorin (1899 – 1981) Burgoyne Diller (1906 – 1965) Georges Vantongerloo (1886 – 1965) Gerrit Rietveld(1888 – 1964) Bart van der Leck (1876 – 1958)
Sumber(Link): http://fabolousse7entd1.wordpress.com/2008/03/11/de-stijl/

FUTURISM
Futurism adalah aliran seni yang mendukung perkembangan tipografi sebagai unsur ekspresi dalam design sehingga banyak penyair futurism yang memanfaatkan tipo sebagai bagian dari ungkapan perasaannya dalam puisi.
Dan merupakan bagaimana menangkap unsur gerak dan kecepatan ke dalam lukisan dengan memanfaatkan prinsip aneka tampak.
Futurism dimulai di Italia pada tahun 1910 oleh sekelompok penulis dan seniman, gerakan Futurisme melakukan sebuah pemutusan radikal terhadap masa lampau. Gerakan ini mempromosikan bentukan-bentukan seni yang mencerminkan hidup di era modern, ditandai oleh keserempakan, dinamika dan kecepatan.Gerakan Futurisme diproklamirkan pada tahun 1909 oleh seorang penulis dan penyair Italia, Filippo Tommaso Marinetti. Futurisme adalah sebuah gerakan seni murni Italia dan sebuah pergerakan kebudayaan pertama dalam abad ke-20 yang diperkenalkan secara langsung kepada masyarakat luas. Bermula dari konsep dalam pergerakan sastra, kemudian merasuk ke dalam bidang kesenian seperti: seni lukis, seni patung, seni musik, desain dan arsitektur.


Tokoh-tokohnya :
· Giacomo Balla, painter
·
Umberto Boccioni , painter, sculptor
·
Carlo Carrà, painter
·
Filippo Tommaso Marinetti, poet
·
Ambrogio Casati, painter
·
Primo Conti, artist
·
Fortunato Depero, painter
·
David Burliuk, painter
·
Vladimir Burliuk, painter
·
Vladimir Mayakovsky, poet
·
Angiolo Mazzoni, architect
·
Luigi Russolo, painter, musician & custom-made instrument builder
·
Antonio Sant’Elia, architect
·
Gino Severini, painter
Sumber(Link):http://fabolousse7entd1.wordpress.com/category/futurism/





Sabtu, 06 September 2008

Foto 16

Foto 16

Foto 15

Foto 14

Foto 13

Foto 12

Foto 10

Foto 9

Foto 8

Foto 7

Foto 6

Foto 5

Foto 4

Foto 3

Foto 2

Foto 1